Lebaran atau hari raya idul fitri merupakan salah satu
momentum yang paling ditunggu oleh umat muslim diseluruh dunia. Di Indonesia
khususnya, mempunyai budaya unik yang mungkin tidak akan bisa kita temuai di belahan
dunia lainnya. Sebut saja yang sangat fenomenal menjadi ciri khas masyarakat
adalah budaya berkatan. Berkatan merupakan sebuah nomenklatur yang diambil dari
bahasa arab “Barokatun” atau “barokah”. Kemudian karena untuk lebih
memasyarakatkan istilah barokatun yang berasal dari bahasa arab itu menjadi
berkatan. Kata berkatan lebih mudah diterima oleh masyarakat jawa pada
khususnya.
Selamat Datang di Ahmad Ainun Najib Blog. Mudaris berasal dari Bahasa Arab yang mempunyai arti 'Pelajar atau Santri'. Melalui blog ini, besar harapan saya agar coretan-coretan ini mampu memberi manfaat, baik bagi saya pribadi maupun bagi para pembaca semua. Selamat Belajar, Berjuang, dan Bertaqwa.
Kamis, 07 Agustus 2014
Kamis, 12 Juni 2014
Shalat Tasbih
A.
Pengertian
dan Cara Shalat Tasbih
Shalat
tasbih termasuk salah satu shalat sunat yang dianjurkan oleh Baginda Nabi
Muhammad SAW. Kalau bisa dilakukan setiap malam, jika tidak mampu seminggu
sekali, jika tidak mampu juga sebulan sekali, jika tidak mampu juga setahun
sekali atau tidak mampu juga seumur hidup sekali. Demikianlah anjuran agama
Islam yang tidak memaksa untuk melakukan ibadah secara ikhlas.
Shalat
sunat tasbih semua riwayat sepakat dengan empat rokaat, jika pada siang hari
dengan satu kali salam (langsung niat empat rakaat), sedang di malam hari dua
rokaat-dua rokaat dengan dua kali salam (dua kali shalat dengan masing-masing 2
rakaat) dengan tasbih sebanyak
75 kali tiap raka’atnya, jadi keseluruhan bacaan tasbih dalam shalat tasbih 4
rokaat tersebut 300 kali tasbih.
Kata Syaikh Ali al-Khawwash,
‘Sebaiknya shalat tasbih dilakukan sebelum shalat hajat, karena shalat tasbih
ini menghapus dosa-dosa, dengan demikian menjadi sebab terkabulnya hajat.
B.
Niat Shalat Tasbih
Niat untuk shalat tasbih yang
dilakukan dengan dua kali salam (2 rakaat):
أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Rabu, 11 Juni 2014
Sedikit tentang Nisfu Sya'ban
NISFU artinya
pertengahan, maka malam Nisfu Sya’ban artinya malam pertengahan bulan Sya’ban.
Kalau dirujuk kepada kalender Hijriyah, maka malam itu jatuh pada tanggal 14
Sya’ban karena pergantian tanggal sesuai penanggalan Hilaliyah atau yang
meggunakan patokan rembulan adalah saat matahari terbenam atau malam
tiba. Maka malam Nissfu Sya’ban tahun ini jatuh pada tanggal 12 Juni 2014 yang
bertepatan dengan hari Kamis malam Jum’at.
Jumat, 30 Mei 2014
Puisi Untuk Tuhanku
Ya Allah, Tuhan yang Maha Indah,
Begitu banyak sudah ciptaanMu yang membuatku terpukau,
Hebatnya DiriMu, tiada yang menandingi,
Engkaulah maestro, terbaik segala karyaMu,
Aku tak tahu, lewat apalagi ku harus tunjukkan,
Begitu sering tasbih terucap karenaMu,
Aku tak tahu, seberapa banyak pujian untukMu,
Karena saat yang satu belum usai, Kau beri ku yang lain,
Begitu banyak sudah ciptaanMu yang membuatku terpukau,
Hebatnya DiriMu, tiada yang menandingi,
Engkaulah maestro, terbaik segala karyaMu,
Aku tak tahu, lewat apalagi ku harus tunjukkan,
Begitu sering tasbih terucap karenaMu,
Aku tak tahu, seberapa banyak pujian untukMu,
Karena saat yang satu belum usai, Kau beri ku yang lain,
Ya Rasul, Aku Rindu
Di tengah alunan shalawat
tak henti ku terbayang dirimu
sosok berbudi, tiada tertandingi
diri ini rindu, akankah kau tahu ya nabi?
daku rindu, rindu tak terkira
ingin selalu ku memelukmu
mencium tanganmu
menangis dalam dekapanmu
tak henti ku terbayang dirimu
sosok berbudi, tiada tertandingi
diri ini rindu, akankah kau tahu ya nabi?
daku rindu, rindu tak terkira
ingin selalu ku memelukmu
mencium tanganmu
menangis dalam dekapanmu
Cukup Kasmaran, Jangan Pacaran
Masa remaja adalah masa yang begitu indah bagi seorang anak manusia,
karena pada masa inilah mereka mulai merasakan tentang suka terhadap
lawan jenis, tentunya hal ini adalah wajar karena manusia di ciptakan
memang dengan nafsu dalam dirinya, namun tentunya harus ada aturan yang
membatasi akan hal tersebut agar tidak sampai melakukan sesuatu yang
bisa merugikan baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain (orang yang
disuka, red), dalam hal ini norma-norma budaya setempat dan juga agama
menjadi pokok penting dalam
Kau Tidaklah Mati, Kawan
Sajak itu
Bukanlah
untukmu Kawan
Berabur bunga
di pekarangan
Indah rupanya
haru di kalbu
Tegak
wujudnya rapuh dirayu
Langganan:
Postingan (Atom)